Tampilkan postingan dengan label Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 November 2013

Dilupakan dan Diingat

Ada dua hal yang harus kita lupakan, dan ada dua hal pula yang harus kita ingat. Dua hal yang harus segera kita lupakan adalah kesalah-kesalahan/ keburukan-keburukan orang lain kepada kita, dan juga kebaikan-kebaikan kita untuk orang lian. Dan dua hal yang harus selalu dan mesti kita ingat benar-benar adalah kebaikan-kebaikan orang lain kepada kita, dan kesalahan-kesalahan kita kepada orang lain.

Moga manfaat :)

Minggu, 17 Juli 2011

Andai Semua Punya Mata dan Mulut

Ini berhubungan dengan kesadaran kita..
Ini juga berhubungan dengan kepedulian kita..
Seperti jargon Ekskul Rohis SMA-ku, “Siapa lagi kalau bukan kita? Kalau bukan kita siapa lagi???”
Seperti lagu lawas yang sering orang tua kita dengarkan, “Kalau bulan bisa ngomong? Pasti dia tak akan bohong..”

Apakah otak kita dapat mati dikala raga ini masih kekar berdiri? Apakah hati kita dapat mati ketika nafas kita masih ringan terhembus? Saya jawab DAPAT.

Kasus 1:
Supir angkot yang sedang mencari penumpang sangat bersemangat hingga malam hari tiba. Samapai ketika sang supir tiba di ujun gang menuju jalan raya ia “nge-tem” dulu sambil mengahiskan sisa gorengan yang dibelinya kala istirahat makan malam. Saat itu pukul 21.00, mungkin sang supir sudah kehilangan konsentrasi 100% karena kelelahan. Setelah sang supir menghabiskan gorengannya DENGAN ENTENG “tuing...”, sampah polimer karbon, kertas bungkus yang “dibejeg-bejeg” dengan tangan DILEMPARKAN BEGITU SAJA KE JALAN.

Kasus 2:
Kala itu adalah waktu setelah magrib, setelah waktu shalat berjamaah telah selesai, ada seorang pemuda yang badannya lumayan bagus, parasnya natural, dengan gaya pakaian yang trendi masa kini, pemuda “zaman sekarang banget” deh. Mampir ke  kantin untuk membeli air mineral gelas di kanti Rumah Sakit Pemerintah. Kala itu saya pergi menjenguk teman yang sedang sakit. Ditangan kanan memegang plastik dan air mineral gelas dan ditangan kiri memegang minuman ringan teh dalam botol plastik berjalan menuju kamar pasien yang juga pemuda itu jenguk. Sang pemuda berjalan bersama 2 orang saudara peremuannya. Duduk di kursi kayu depan kamar, tak lama berdiri, maju sedikit kearah tempat sampah yang telah dipisahkan antara sampah kering dan sampah basah, dengan ukuran kurang-lebih 70 cm tingginya (lumayan besar). TANPA SADAR “tuing...” dia lebih memilih untuk melemparkannya ke dalah selokan tempat air hujan dialirkan dan dibuang DARIPADA MEMBUANGNYA PADA TEMPAT SAMPAH YANG DISEDIAKAN. Pemuda kita.

Kasus kecil teman. Hanya soal sampah. Masa? Kita tidak bisa sih memulai sedikit lebih sadar dan peduli?

Mau sampai kapan negeri ini bebas banjir kalau kelakuan kita seperti demikian. Saya yakin, hewan-hewan pun tidak melakukan hal demikian. Hewan memiliki tempat sendiri untuk menyimpan makanannya, memakan makanannya, membuat sarangnya, membangun tempat tinggalnya, bahkan membuang kotorannya pun hewan punya tenpatnya sendiri. Lantas kita samkah dengan hewan? JELAS TIDAK.

APAKAH OTAK DAN HATI DAPAT MATI KALA RAGA MASIH SEHAT BERDIRI?
Andai tanah..
Rumput..
Pepohonan..
Bangunan-bangunan..
Tiang-tiang penyangga..
Lantai..
Sepatu..
Aspal jalanan..
Mobil-mobil..

Bahkan udara.. punya mata dan mulut, maka mereka tak akan bohong untuk memberi tahu kita bahwa hal itu adalah sifat BURUK. Dan mereka sangat tersiksa dengan sikap seperti itu.

Sabtu, 02 Juli 2011

KIta Pemimpin

Minimal kita adalah pemimpin untuk diri kita sendiri..

"betul tidak?!"

1. Suami adl pemimpin bahtera rumah tangga, pemimpin atas istrinya

2. Istri juga demikian. Istri adalah yang waktunya paling banya untuk anak-anaknya, sebagai panutan dan penentu.

3. Pembantu adalah pemimpin juga. Pembantu rumahan akan bertanggung jawab atas semua barang2x yg ada di rumah tempat ia bekerja.

4. Guru adalah orangtua kita di sekolah. Pemimpinnya ketua kelas dan pemimpin di depan kelas. Yg bertanggung jawab atas semua muridnya dan atas ilmu yg ia sampaikan.

5. Ketua kelas (baik TK, SD, SMP, SMA, D3, S1, S2, maupun S3) adalah pemimpin di kelasnya. Yg bertanggung jawab atas kelas.

6. Supir bus juga pemimpin lho. Ia yg mengemudikan bus hingga tujuan penumpang2x nya. Pemimpin juga mengantarkan kita mencapai tujuan.

Masih mengelak bhw kita bukan pemimpin?! Susah deh..
Di jamin!!! ^^

pemimpin ya bertanggung jawab, ya mengantar kita menuju tujuan, ya membagi ilmu2xnya, ya menjadi penentu kita akan menjadi seperti apa, ya memberi perhatian, ya dikenal dan mengenal, ya sopan dan santun, ya menjunjung tinggi keadilan dan membela kebenaran menumpas kejahatan (layaknya power rangers)..

Semua kita adalah pemimpin..
Yang nanti..
Dihari yg kita tdk tahu kapan..
Dikemudian hari..
Hari yg Dia tlh tentukan..
Kita semua, tanpa terkecuali akan ditanyakan segala pertanggung jawaban perbuatan2x kita selama di dunia..

Karena salah satu kriteria orang yg akan masuk surga adalah pemimpin yg adil. ^^

mari kita doakan para pemimpin2x kita yang adil.. Semoga Allah membalas segala dr keadilan itu dgn balasan yang setimpal baik di dunia maupun akhirat..

Happy Ending! (husnul Khotimah)